Kuliah atau Kerja ? - idntime.com

            “ Kerja atau kuliah ya ?, Gimana kalo kuliah dulu baru kerja. Eh, kerja dulu deh baru kuliah. Gimana kalo keduanya. Kerja sambil kuliah gitu. Tunggu bentar, apa aku sanggup ya? “ – nah lo.

Hai readers.. sudah baca kalimat di atas kan ? Kalimat itu yang sering kita dengar, atau bahkan kita sendiri yang sedang mengalaminya. Biasanya kalimat itu keluar dari pemikiran – pemikiran dilema seorang siswa pada tahun akhir masa sekolah menengahnya. Nah, pertanyaan itu juga pernah aku alami. Gimana dilemanya memilih, dilemanya mengambil keputusan.

Misal nih, aku sendiri lulusan SMK, tau sendiri kan ya anak lulusan SMK itu sudah dipersiapkan untuk bisa langsung terjun ke dunia kerja. Namun dalam hati kecil ini, ingin sekali aku kuliah. Kan keren gitu bisa kuliah punya ilmu dan skill yang mumpuni. Dan dengan kuliah juga, kita akan mendapat gelar yang nantinya dapat menunjang profesi kita di masa yang akan datang.

Dukungan dari orang tua juga penting nih readers. Pengalaman pribadi aku dulu, orang tua awalnya mendukung aku kuliah. Namun entah kenapa, persis di masa-masa genting (akhir masa sekolah, mau UN) seakan-akan mereka menginginkan aku langsung kerja. Sedangkan aku pengen banget kuliah di universitas negri di luar kota. Dengan berbagai alasan, orang tuaku kurang setuju kalau aku langsung kuliah apalagi keluar kota. Yah, ya udah deh  terima aja maunya orang tua.

Dengan sangat berat hati akhirnya aku turuti kemauan orang tua untuk tidak kuliah dulu. Pahadal aku pengen banget masuk ke universitas negeri kota sebelah dan jurusan yang sudah kuimpikan sebelumnya. Akhirnya gabut deh beberapa hari di rumah, mau kerja juga belum nemu tempat kerjanya dimana. Sambil nunggu pengumuman kelulusan SMK, aku coba nyari-nyari lowongan kerja. Sampai akhirnya pengumuman kelulusan pun sudah diluncurkan. Dan ternyata aku lulus, Alhamdulillah nilainya juga tidak terlalu mengecewakan. Tapi tiba-tiba pikiranku berkata “ Nah, sekarang apa ?”.

Gabut beberapa hari di rumahpun kembali terjadi. Et dah, mau kerja dimana ini?. Cari kesana kemari, belum ketemu juga. Nulis lamaran kesini kesana belum dipanggil juga. Sampai akhirnya wali kelasku dulu sewaktu SMK menelponku. Menawariku untuk kerja di salah satu sma negeri favorit. Udah ga usah dipikir lagi, aku langsung mau dengan mengambil posisi sebagai administrasi kurikulum. Alhamdulillah juga lumayan sesuai dengan jurusanku di SMK, yah walaupun nantinya juga masih butuh banyak bimbingan dan bantuan.

Aku lupakan dulu masalah kuliah yang belum kesampaian. Rencanaku, setahun ini aku akan bekerja. Tahun depan aku tetap ingin kuliah di universitas negeri kota sebelah, dan masuk ke jurusan impianku. Kujalani setahun di sma tempat kerjaku dengan cukup baik dan menyenangkan. Bertemu teman-teman baru, bertemu keluarga baru dan aku sangat nyaman disana. Disana aku juga mendapat pengalaman kerja yang baru dan sangat bermanfaat.

Setahun pun berlalu, aku mulai mendiskusikan masalah perkuliahan dengan ayah ibuku. Dengan senang hati mereka menyetujui, namun lagi-lagi tidak boleh keluar kota. Pasrah, akhirnya aku ambil jurusan komputer di salah satu universitas swasta yang ada di kotaku. Menurutku ambil juruasan komputer (Teknik Informatika) adalah yang paling relevan dan dibutuhkan di era digital seperti saat ini. Nah, mungkin ini adalah waktunya melupakan universitas dan jurusan impian. Pilihan yang tak pernah direstui orang tuaku.

Kerja dan kuliah, fokus untukku saat ini. Harus pandai-pandai mengatur waktu antara kerja dan kuliah. Pastinya akan membutuhkan tenaga ekstra. Keuangan juga harus dimanage sedemikian rupa. Karena kita semua tahu, kuliah selalu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meskipun tidak sesuai dengan impian dan cita-cita, aku mencoba mengambil pelajaran dari pengalaman ini. Masuk jurusan komputer tak  terlalu buruk menurutku. Bahkan akan lebih banyak ilmu, pengalaman dan tentunya teman yang akan kutemui disini. Mencoba menjalani dengan baik jalan cerita ini, semoga dengan restu ayah ibu aku bisa menjalani semua dengan baik. Dan berakhir dengan baik, benar dan tentunya dengan sangat manis.

-       Izy

pict courtesy of idntime.com

Komentar

Posting Komentar